Hallo kawan-kawan... gimana, kalian sudah nonton "The NUN"?
Jujur, The NUN ini film yang sudah saya tunggu-tunggu setelah tayangnya Conjuring 2 beberapa tahun lalu. Seperti yang kita tau bahwa Valak sebagai iblis yang sudah mengganggu salah satu warga ammityville, missinya adalah mengambil wujud dari manusia untuk dia kembali hidup dan mengambil jiwa-jiwa korbannya untuk dijadikan budak.
Kali ini saya menonton The NUN bersama seorang teman wanita saya, saya sebenarnya orang yang penakut dengan hal-hal berbau mistis dan juga salah seorang yang sensitif dengan makhluk halus. Bukan hanya bulu kuduk yang berdiri, terkadang rasa hangat atau malah perasaan yang terasa tidak enak dapat saya rasakan karena kehadiran mereka. Mungkin bukan hanya saya yang merasakan seperti ini, banyak orang yang juga dapat merasakan hal tersebut saat mengetahui kehadiran mereka.
Baiklah itu hanya sebagai intermezo pembuka review ini.
Dimulai dari cerita awal dua orang biarawati yang ingin mensucikan kembali kastil biara yang telah diambil alih oleh roh jahat. Salah satu dari mereka memegang sebuah kunci. Awalnya saya bertanya-tanya kunci apa itu, itu merupakan kunci yang sangat besar dengan rosario sebagai talinya. Serem banget asli, suster yang pegang kunci ini diseret valak, saya jadi tau kenapa valak itu wujudnya biarawati, karena dia dibangkitkan didalam kastil biara tersebut dan korban-korbannya biarawati semua, selain itu juga dia jadi biarawati agar dapat mengelabuhi para korbannya. Para biarawati tersebut mencoba mensucikan kembali kastil biara dengan cara melawan kekuatan jahat dengan mencari darah Yessus, karena hanya dengan cara itulah satu-satunya yang dapat mengembalikan iblis tersebut ke neraka. Setelah biarawati yang satu mati dimakan valak, biarawati yang satunya lagi bunuh diri dengan menggantung dirinya pada seutas tali. Bukan karena frustasi melainkan agar dirinya terbebas dari jeratan valak sang iblis.
Banyak scene yang bikin senam jantung dan menjerit kaget, seperti biasa kekuatan utama film bergenre horror adalah adegan mengagetkan disertai dengan suara kencang mengejutkan. Haduuuuh harus siap-siap mental deh kalo nonton film ini. Cara penyampaian dari isi cerita film ini cukup unik dan beragam, dari mulai teka-teki kematian biarawati-biarawati, kebangkitan valak, hubungan dengan film conjuring 2, masalalu kehidupan suster Irene hingga mengapa suster Irene dipilih uskup agung vatikan untuk kasus pengusiran di biara tersebut dibungkus dengan begitu apik. Semua teka-teki tersebut terbongkar satu-persatu secara tepat waktu, tidak terkesan terburu-buru ataupun terlalu bertele-tele. Latar belakang waktu dan tempat yang sangat serasi dengan kebutuhan film, dan pemilihan aktor dan aktris juga tepat.
Buat para wanita-wanita pasti akan tersepona dengan abang ganteng frenchie, abang frenchie nya ganteng banget loh, body build nya juga oke. Banyak scene lucunya juga kok buat mengimbangi scene seramnya.
Bagian nyereminnya ya banyak pasti karena ini kan film horror, dan berbau demonic. Tapi yang paling nyeremin menurut saya sih waktu para biarawati berdoa, selain karena saya melihat mereka berdoa dibawah tekanan rasa takut, juga ditambah sound effect yang bikin suasananya jadi makin mencekam. Kalian pasti tau kan bagaimana rasanya berdoa dalam keadaan ketakutan, seperti benar-benar meminta pertolongan yang Maha Kuasa tetapi fokus gak fokus karena diganggu hantu. Jadi kansuara kita bergetar karena nahan taku sama mau nangis tuh, kan serem jadi yang dengernya.. Nah itu tuh sampe banget ke saya rasanya..
Gak kebayang kalo feelingnya bakal dapet banget, pokoknya pas keluar dari studio, kepala rasanya langsung pusing deh saking berasanya.
Worthed, dan puas dengan alur ceritanya deh.. score 8.5/10. Buat yang belum nonton bersegeralah kalian menontonnya, Buat pecinta film Demonic, ini film yang worthed untuk dilihat..
Jujur, The NUN ini film yang sudah saya tunggu-tunggu setelah tayangnya Conjuring 2 beberapa tahun lalu. Seperti yang kita tau bahwa Valak sebagai iblis yang sudah mengganggu salah satu warga ammityville, missinya adalah mengambil wujud dari manusia untuk dia kembali hidup dan mengambil jiwa-jiwa korbannya untuk dijadikan budak.
Kali ini saya menonton The NUN bersama seorang teman wanita saya, saya sebenarnya orang yang penakut dengan hal-hal berbau mistis dan juga salah seorang yang sensitif dengan makhluk halus. Bukan hanya bulu kuduk yang berdiri, terkadang rasa hangat atau malah perasaan yang terasa tidak enak dapat saya rasakan karena kehadiran mereka. Mungkin bukan hanya saya yang merasakan seperti ini, banyak orang yang juga dapat merasakan hal tersebut saat mengetahui kehadiran mereka.
Baiklah itu hanya sebagai intermezo pembuka review ini.
Dimulai dari cerita awal dua orang biarawati yang ingin mensucikan kembali kastil biara yang telah diambil alih oleh roh jahat. Salah satu dari mereka memegang sebuah kunci. Awalnya saya bertanya-tanya kunci apa itu, itu merupakan kunci yang sangat besar dengan rosario sebagai talinya. Serem banget asli, suster yang pegang kunci ini diseret valak, saya jadi tau kenapa valak itu wujudnya biarawati, karena dia dibangkitkan didalam kastil biara tersebut dan korban-korbannya biarawati semua, selain itu juga dia jadi biarawati agar dapat mengelabuhi para korbannya. Para biarawati tersebut mencoba mensucikan kembali kastil biara dengan cara melawan kekuatan jahat dengan mencari darah Yessus, karena hanya dengan cara itulah satu-satunya yang dapat mengembalikan iblis tersebut ke neraka. Setelah biarawati yang satu mati dimakan valak, biarawati yang satunya lagi bunuh diri dengan menggantung dirinya pada seutas tali. Bukan karena frustasi melainkan agar dirinya terbebas dari jeratan valak sang iblis.
Banyak scene yang bikin senam jantung dan menjerit kaget, seperti biasa kekuatan utama film bergenre horror adalah adegan mengagetkan disertai dengan suara kencang mengejutkan. Haduuuuh harus siap-siap mental deh kalo nonton film ini. Cara penyampaian dari isi cerita film ini cukup unik dan beragam, dari mulai teka-teki kematian biarawati-biarawati, kebangkitan valak, hubungan dengan film conjuring 2, masalalu kehidupan suster Irene hingga mengapa suster Irene dipilih uskup agung vatikan untuk kasus pengusiran di biara tersebut dibungkus dengan begitu apik. Semua teka-teki tersebut terbongkar satu-persatu secara tepat waktu, tidak terkesan terburu-buru ataupun terlalu bertele-tele. Latar belakang waktu dan tempat yang sangat serasi dengan kebutuhan film, dan pemilihan aktor dan aktris juga tepat.
Buat para wanita-wanita pasti akan tersepona dengan abang ganteng frenchie, abang frenchie nya ganteng banget loh, body build nya juga oke. Banyak scene lucunya juga kok buat mengimbangi scene seramnya.
Bagian nyereminnya ya banyak pasti karena ini kan film horror, dan berbau demonic. Tapi yang paling nyeremin menurut saya sih waktu para biarawati berdoa, selain karena saya melihat mereka berdoa dibawah tekanan rasa takut, juga ditambah sound effect yang bikin suasananya jadi makin mencekam. Kalian pasti tau kan bagaimana rasanya berdoa dalam keadaan ketakutan, seperti benar-benar meminta pertolongan yang Maha Kuasa tetapi fokus gak fokus karena diganggu hantu. Jadi kansuara kita bergetar karena nahan taku sama mau nangis tuh, kan serem jadi yang dengernya.. Nah itu tuh sampe banget ke saya rasanya..
Gak kebayang kalo feelingnya bakal dapet banget, pokoknya pas keluar dari studio, kepala rasanya langsung pusing deh saking berasanya.
Worthed, dan puas dengan alur ceritanya deh.. score 8.5/10. Buat yang belum nonton bersegeralah kalian menontonnya, Buat pecinta film Demonic, ini film yang worthed untuk dilihat..
Comments
Post a Comment